WONOGIRI-Bank
Dunia (World Bank) memberikan bantuan dana 90 ribu dolar AS atau
senilai Rp 13 miliar lebih untuk pengembangan pendidikan anak usia dini
(PAUD) di Kabupaten Wonogiri. Rabu kemarin, dilakukan penandatanganan
surat perjanjian pemberian bantuan (SPPB) di Aula Kantor Diknas
Wonogiri.
Penandatanganan dilakukan oleh pejabat pembuat
program yakni Kepala Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas
Pendidikan Wonogiri Drs H Suharno MPd, dan Kepala Dinas Pendidikan
Wonogiri Drs H Suparno MPd, bersama para pimpinan lembaga PAUD yang
menerima bantuan.
Secara simbolis dari pimpinan PAUD diwakili oleh
Sutarman dari PAUD Desa Miri Kecamatan Kismantoro dan Sutarjo dari PAUD
Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo.
Ikut hadir memberikan
sambutan, Ketua Komisi D DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha SSos.
Upacara penandatanganan naskah SPPB pengembangan PAUD dilanjutkan dengan
bimbingan teknis yang dilakukan oleh tim fasilitator.
Menurut
Suparno, Kabupaten Wonogiri terpilih sebagai model nasional dalam
pengembangan PAUD, di samping Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, dan
Rembang. Program pengembangan tersebut akan berlangsung selama tiga
tahun.
Kasub Dinas PLS Wonogiri, Suharno, mengatakan program
PAUD yang didanai bantuan Bank Dunia tersebut untuk membiayai
pengembangan PAUD di 60 dari 294 desa yang ada di Kabupaten Wonogiri.
Realisasi pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga tahun
berjalan.
Untuk tahap pertama dan kedua direalisasikan
masing-masing sebesar 30 persen, kemudian tahap ketiga sebesar 40
persen. Terkait ini, Pemkab melalui APBD Wonogiri juga memberikan
sharing pendampingan bantuan dana Rp 300 juta.

