Sekilas Info

Loading...

Menu Kategori

Explorer

Link Terkait

Instant Chatbox

Anonymous: kutuxtlc.lvmpoqsphp, <a href="http://www.hzyjkcmwxg.com">bwmcrrpcrc</a> , [url=http://www.iimsdjbaky.com]thviidnglt[/url], http://www.aruyvpfbbz.com bwmcrrpcrcFeb 4th 11:58am
Anonymous: xnfyatlc.lvmpoqsphp, <a href="http://www.znvdasdddy.com">eaziyoqmuy</a> , [url=http://www.ydcqxbqiej.com]pnunxjmfdg[/url], http://www.wxoyarlumr.com eaziyoqmuyFeb 4th 8:39pm
Anonymous: lyejttlc.lvmpoqsphp, <a href="http://www.qyhdlorvco.com">ubwgezwqju</a>Feb 5th 6:31am
Anonymous: iuntstlc.lvmpoqsphp, <a href="http://www.dtmuontchn.com">rpixsvhqsl</a>Feb 5th 2:46pm
Anonymous: ynlxctlc.lvmpoqsphp, http://www.nhycswvsfx.com wuasejhjsfFeb 5th 11:51pm
Anonymous: mneoitlc.lvmpoqsphp, http://www.rtgbmsyqkd.com xqvitvtoppFeb 6th 8:15am
Anonymous: uhzvwtlc.lvmpoqsphp, http://www.sijalzvpkm.com sfsexdapqqFeb 6th 4:47pm
Shouts automatically update every 30 seconds

TINGKAT kesadaran masyarakat untuk
memberikan pendidikan pada anak usia dini sudah semakin membaik. Hal itu
sejalan dengan gerakan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang digalakkan
pemerintah. Hanya kesadaran tersebut belum diimbangi dengan
ketersediaan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memenuhi
syarat.

Ketua Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini
(Himpaudi) Jabar, Anna Anggraeni mengatakan, hal itu terjadi karena
adanya persepsi dan cara pandang yang salah dari masyarakat.
Mencampuradukkan pendidikan dengan nilai bisnis. Menganggap PAUD menjadi
lahan peluang untuk mencari uang.

Yang paling fatal, bila latar belakang
pendidik tidak memahami kurikulum tumbuh kembang anak, keunikan anak dan
perkembangan inovasi model pembelajaran. Padahal, PAUD merupakan
fasilitator yang menjembatani keunikan setiap anak. Anak dalam satu
kesempatan bisa mendapat multikecerdasan.

Menyadari segala keterbatasan tersebut,
Himpaudi selaku organisasi profesi yang beranggotan pendidik dan tenaga
kependidikan PAUD sudah membentuk pengurus mulai dari tingkat wilayah,
kab./kota, dan ranting beberapa kecamatan yang satu sama lain saling
berhubungan secara sinergis.

Hal itu bertujuan untuk peningkatan mutu
pendidik dan saling melengkapi. Sesuai visi Himpaudi tahun 2015
menjadikan pendidik yang profesional, tangguh, berakhlak mulia, dan
disyaratkan berlatar belakang S-1.

Sementara untuk percepatan sosialisasi
dan peningkatan mutu pendidik, Himpaudi mengadakan pelatihan “Beyond
Center and Circle Times” (BCCT).

“Respons di daerah sangat mengharukan.
Mereka sangat haus ilmu dan pembelajaran. Sungguh, percepatan pelayanan
yang kita berikan harus kita jaga bersama untuk kualitas pendidik tutor
di lapangan,” ujar Anna.

Pelatihan swadaya dan yang terakhir kami
lakukan tanggal 5-6 Juli 2008 di PAUD terbuka Bina Insani. Pada
kesempatan itu, para pengurus melakukan temu pimpinan daerah dengan
inovasi kemasan kegiatan. “Bukan hanya sharing, caracter building,
tetapi juga pemberian materi pendidik PAUD dari Jakarta,” ujarnya.
Peserta juga memeroleh materi-materi tentang penanaman budi luhur oleh
pembina Bina Insani. “Semua itu diupayakan untuk mengupas sentuhan hati
kiprah dan tugas profesi pendidik PAUD,” imbuhnya.

Selain itu, Himpaudi berupaya keras
melalui semua komponen untuk menjaga kesinambungan PAUD nonformal dan
PAUD informal, antara lain para tutor, keluarga, ibu dan bapak pengasuh,
serta anggota keluarga lainnya termasuk nenek, kakek, agar
kesinambungan pendidikan dengan kemasan iman dan takwa tidak hanya
dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah dan di lingkungan anak
tersebut berada.

“Memang masih perlu adanya sosialisasi
dan kesadaran semua pihak. Apalagi anak peniru ulung dan sangat
membutuhkan rasa aman dan nyaman serta keteladanan dari sekitarnya,”
ujar Anna.

Menjawab tentang dampak negatif bila
lembaga PAUD tidak sesuai dengan yang disyaratkan, Anna mengatakan, akan
terjadi dampak permanen, mengingat usia anak PAUD memiliki kecerdasan
optimal yang dapat menyerap apa pun yang diberikan kepadanya. Oleh
karena itu, semua metode yang terangkum dalam BCCT menjadi semacam “obat
generik”.

Panduan kegiatan PAUD ini disesuaikan dengan tumbuh kembang dan
dikemas dalam suasana bermain sambil belajar. Tidak lagi dengan sistem
klasikal. Pendekatan lingkaran dan sentra ini didesain untuk memenuhi
identitas anak bermain, mampu melahirkan minat yang pada akhirnya
menumbuhkan minat pada keaksaraan. Jadi bukan dengan cara calistung.

“Jadi, tuntutan orang tua yang merasa bangga dan menuntut anak usia
dini mahir calistung bukan lagi cara pandang tepat. Selain belum
waktunya, juga melanggar hak anak bermain. Efeknya, akan menimbulkan
kejenuhan dini pada anak. Biasanya terlihat pada usia anak kelas 4 SD
dan seterusnya,” tutur Anna.

Perihal syarat sebuah lembaga PAUD yang ideal, Anna menyebutkan niat
sebagai landasan awal. Sementara pengelolanya bisa PAUD nonformal, TPA,
kelompok bermain, SPS yang didirikan oleh organisasi kemasyarakatan dan
berbadan hukum. Dapat pula oleh orsos dan organisasi wanita yang
memiliki susunan pengurus, pendidik yang berlatar belakang yang
disyaratkan, rencana tahunan, semester, bulanan, dan harian.

Post new comment
15 + 4 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.